Neneng Minta Hukumannya Diringankan karena Miliki 4 Anak Kecil

  Rabu, 15 Mei 2019   Fira Nursyabani
Terdakwa kasus suap perizinan proyek Meikarta yang juga Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hassanah Yasin (kanan) bersama keempat terdakwa lainnya saat menjalani sidang beragendakan pembacaan pleidoi di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, Jalan RE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (15/5/2019). (Irfan Al-Faritsi/Ayo Media Network)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Terdakwa perkara suap perizinan Meikarta Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hassanah Yasin, meminta untuk diberi hukuman seringan-ringannya karena masih mengurus anak. Hal itu ia sampaikan saat membacakan nota pembelaan 

"Kepada majelis hakim agar berkenan memberikan hukuman yang sering-ringannya supaya saya segera kembali berkumpul bersama keluarga dan mengurus anak-anak saya yang masih kecil," kata Neneng di Pengadilan Negeri Tipikor Bandung, Rabu (15/5/2019).

Selama persidangan, Neneng mengaku telah bersikap koperatif dan jujur saat memberikan keterangan. Terhadap kasus yang menjeratnya, ia mengaku menyesal karena telah ikut menerima uang.

"Saya juga mengakui perbuatan yang seharusnya tidak saya lakukan sebagai kepala daerah yang telah ikut menerima uang," kata dia.

Seperti diketahui, Neneng beberapa waktu lalu baru saja melahirkan anak keempatnya yang saat ini berusia 26 hari. Selain itu, Neneng juga memiliki anak pertama yang masih berusia 6 tahun, anak kedua yang berusia 5 tahun, dan anak ketiga yang masih berusia 1 tahun.

"Hukuman ini sangatlah berat bagi saya maupun keluarga, saya jauh terpisah dengan mereka," katanya.

Dalam fakta persidangan, Neneng diduga menerima suap terkait pengurusan izin Meikarta sekitar Rp10 miliar dan 90 ribu dolar Singapura.

Jaksa KPK mendakwa Neneng yang diduga melanggar pasal 12 huruf b, Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana.

Akibat perbuatannya, Neneng oleh jaksa dituntut hukuman selama 7,5 tahun penjara dengan denda Rp250 juta subsidair 4 bulan kurungan.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar