Lahan Terbatas? Ini Cara Menanam dengan Vertikultur

  Selasa, 18 Juni 2019   Ananda M Firdaus
Budidaya tanaman vertikultur. (Ananda M Firdaus/ayobekasi).

MUSTIKAJAYA,AYOBEKASI.NET--Pada umumnya, budidaya menanam hidroponik bisa diterapkan di lingkungan perkotaan lantaran bisa untuk menanam suatu tumbuhan bisa dilakukan tanpa media tanah. Namun selain hidroponik, ada pula sistem menanam dengan cara vertikultur. Meski masih membutuhkan tanah, cara ini bisa dimanfaatkan di lahan yang terbatas. 

Adalah Jemaah Tatanan Wahyu (Jatayu) Cabang Bekasi yang mencoba mengembangkan berbagai macam tanaman lewat budidaya vertikultur ini. 

Amir, salah seorang Jatayu Cabang Bekasi menyatakan, budidaya melalui sistem vertikultur ia dapatkan hasil pembelajaran dari seorang guru pondok pesantren. 

“Jatayu pertama meluncurkan program vertycultura oleh Kiai Tanjung, pengasuh Pondok Pesantren Pomosda. Jatayu sendiri adalah nama jemaahnya,” ujar Amir di Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, Selasa (18/6/2019).

Ia mengungkapkan, sang kiai mencanangkan program vertikultur yang lantas diadopsi oleh para jemaahnya didasari oleh rasa kekhawatiran karena tidak banyaknya lahan di lingkungan-lingkungan pesantren di perkotaan. 

Selain vertikultur, menanam melalui media polybag juga sang kiai kembangkan. Dengan dua sistem menanam tersebut, hampir semua jenis tanaman bisa beradaptasi. Terlebih jenis sayur mayur seperti kangkung, sawi, selada, dan lainnya. 

Adapun untuk bercocok tanam dengan cara vertikultur hanya membutuhkan alat berupa pipa pralon. Pipa itu lalu tinggal dilubangi sebagai tempat menanam. Lalu masukkan pralon tersebut dengan tanah yang sebelumnya sudah dicampur dengan sejumlah pupuk atau kotoran hewan dan sekam.

“Satu verty (pralon) bisa menghasilkan sayur lebih dari satu kilogram jenis kangkung dalam 21 hari,” jelasnya.

Menurutnya, sistem vertikultur ini sudah banyak dikembangkan di kalangan jemaah Jatayu. Bila masyarakat umum ingin mencobanya, dirinya sedia membantu. Masyarakat tinggal berkunjung ke kebun vertikultur miliknya di lingkungan Masjid Al-Hidayah, Cimuning, Mustikajaya. 

“Perawatannya cukup mudah, tidak  harus disiram setiap hari. Tanaman sayur itu paling enak melihatnya, jika sudah haus, maka bisa dilihat pada sore apakah layu apa tidak,” tandasnya. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar