Empat Pelaku Pidana Pajak Didenda 12,2 Miliar

  Selasa, 09 Juli 2019   Ananda Muhammad Firdaus
Kepala Kanwil DJP Jawa Barat II Yoyok Satiotomo. (Ananda M Firdaus/ayobekasi.net)

BEKASI SELATAN, AYOBEKASI.NET -- Empat orang pelaku pidana perpajakan di wilayah kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Barat II telah dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman denda Rp12,2 miliar dan pidana kurungan.

Kepala Kanwil DJP Jabar II Yoyok Satiotomo mengungkapkan bahwa vonis ini merupakan peringatan bagi pelaku tidak pidana perpajakan.

"Ini peringatan untuk pelaku pidana perpajakan dan para wajib pada umumnya untuk tertib dan patuh melaksanakan kewajiban perpajakannya sesuai ketentuan yang berlaku," kata Yoyok dalam keterangan tertulis di Bekasi, Senin (9/7/2019).

Satu pelaku di antaranya adalah A yang berdomisili di Cirebon. Dia dijatuhi hukuman pidana selama satu tahun dan pidana denda Rp4,2 miliar lebih dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan.

Sementara ketiga terdakwa lainnya adalah AN dijatuhi hukuman pidana penjara 1,6 tahun, AY dijatuhi hukuman pidana penjara delapan bulan, dan RS dijatuhi hukuman pidana penjara selama 2,4 tahun. Selain itu, masing-masing dari mereka dijatuhi pidana denda sebesar Rp8 Miliar lebih.
 
Yoyok menyatakan bahwa Direktorat Jenderal Pajak dengan dukungan POLRI dan Kejaksaan akan terus melakukan penegakan hukum di bidang perpajakan untuk mengamankan penerimaan negara demi tercapainya pemenuhan pembiayaan negara dalam APBN.  

Yoyok juga berharap penegakan hukum yang tegas ini dapat menghasilkan efek jera bagi Wajib Pajak lain untuk tidak lagi main-main dengan hukum perpajakan di Indonesia.

Menurut Yoyok, masih ada waktu bagi wajib pajak untuk membetulkan atau melaporkan jika masih belum sesuai dengan keadaan sebenarnya sebelum tindakan penegakan hukum dilakukan Ditjen Pajak.

"Kami mengimbau agar masyarakat wajib pajak untuk melaporkan SPT-nya dengan benar, jelas dan lengkap untuk menghindarkan diri dari pengenaan sanksi perpajakan," ujarnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar