Penjelasan BMKG Soal Dua Gempa Langka di Rembang

  Kamis, 19 September 2019   Firda Puri Agustine
ilustrasi seismometer. (Thinkstock)

JAKARTA, AYOBEKASI.NET--Dua gempa bumi tektonik berpusat di timur laut Kota Rembang, Jawa Tengah terjadi Kamis (19/9/2019) siang. Gempa yang masing-masing berkekuatan M 6,1 dan M 6 ini merupakan fenomena langka.

Dilihat dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempa ini merupakan gempa dalam (deep focus earthquake) yang dipicu oleh adanya deformasi batuan pada slab Lempeng Indo-Australia di kedalaman tersebut. 

AYO BACA : LIPKHAS GEMPA: Sesar Baribis Arah Jakarta, Antara Ada dan Tiada

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Daryono menjelaskan bahwa gempa hiposenter dalam yang melebihi 300 kilometer dinilai sebagai fenomena alam yang menarik karena jarang terjadi.

“Gempa ini dirasakan dalam wilayah yang luas dari Bandung hingga Lombok. Hal ini disebakan hiposenternya yang dalam sehingga spektrum guncangan dirasakan dalam wilayah yang luas,” kata Daryono dalam keterangan resminya.

AYO BACA : LIPKHAS GEMPA: Catatan Gempa di Jawa Barat Akibat Sesar Baribis

Gempa ini, lanjutnya, tidak berdampak merusak karena kedalaman hiposenternya yang sangat dalam sehingga energinya sudah mengalami perlemahan setelah sampai di permukaan bumi. 

Meskipun demikian, gempa ini sangat menarik untuk dikaji untuk kemajuan sains kebumian. Gempa ini juga menjadi bukti bahwa aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia di kedalaman 500 kilometer di bawah Laut Jawa masih aktif.

“Di bawah Laut Jawa tersebut Lempeng Indo-Australia menunjam dan menukik curam hingga kedalaman lebih dari 600 kilometer,” ujarnya.

Kedua gempa bumi tersebut ikut dirasakan di Madura, Malang, Denpasar, Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Sumbawa, Bima III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), Cilacap, Purworejo, Yogyakarta, Lumajang, Tuban, Trenggalek, Surabaya, Bandung II- III MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

AYO BACA : LIPKHAS GEMPA: Berapa Biaya Bikin Rumah Tahan Gempa?

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar