Bupati Bekasi Isi Kursi Ketua DPD Golkar

  Jumat, 20 September 2019   Ananda Muhammad Firdaus
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melantik Eka Supria Atmaja sebagai Bupati Bekasi untuk sisa masa jabatan 2017-2022, di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (12/6/2019). (Irfan Al-Faritsi/ayobandung.com)

CIKARANG UTARA, AYOBEKASI.NET -- Eka Supria Atmaja secara aklamasi resmi menjabat Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi periode 2019-2024.

Bupati Bekasi itu terpilih dalam forum Musyawarah Daerah (Musda) ke-X DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi, Rabu (18/9/2019). Dalam pemilihan, seluruh PK di Kabupaten Bekasi menyetujui dipimpin oleh Eka.

"Ini suatu kepercayaan yang diberikan oleh para pengurus Golkar, karena sudah memilih saya sebagai Ketua DPD Golkar Kabupaten Bekasi," kata Eka seperti dilaporkan suara.com, Jumat (20/9/2019).

Eka berjanji, akan mengumpulkan semua pengurus dan kader Golkar, agar Partai Golkar lebih maju lagi kedepannya.

"Kedepannya saya akan melakukan pertemuan dengan seluruh kader Golkar yang ada di Kabupaten Bekasi, untuk membahas program partai selanjutnya," ujarnya.

Soal formatur sendiri, Eka memastikan, akan membentuk dalam waktu satu sampai dua minggu kedepan untuk menentukan siapa saja yang akan masuk dalam kepengurusan di Partai Golkar Kabupaten Bekasi.

"Setelah itu, kami akan melakukan pelantikan di Kabupaten Bekasi," terangnya.

Eka juga berjanji akan membuat gedung baru untuk Kantor DPD Golkar Kabupaten Bekasi. Pasalnya, sampai saat ini Kantor DPD Golkar Kabupaten Bekasi masih mengontrak.

"Kami sudah berencana punya gedung sendiri, sehingga tidak mengontrak lagi. Ini merupakan janji saya kepada kader-kader partai," ungkapnya.

Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi Son Haji menjelaskan, mengenai dipercepatnya musda, setelah mendapat surat dari DPD Golkar Jabar, DPD Golkar Kabupaten melakukan konsolidasi dengan beberapa pemilik suara, ketua PK dan sebagainya.

"Kami sudah sepakat, dan penantian ini sudah hampir satu tahun menunggu diadakannya Musda. Harusnya tahun 2020. Intinya, dimajukannya musda ini karena kesepakatan bersama," tukas Son.

Mengenai suara aklamasi yang jatuh ke Eka, diakui Son, sebelumnya memang ada tiga kandidat, tapi sebelum pelaksanan musda, dua kandidat sudah sepakat untuk bergabung.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar