Jabar Dibantu Berbagai Pihak Sediakan Alat Kesehatan Lawan Covid-19

  Kamis, 09 April 2020   Nur Khansa Ranawati
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (tengah) secara simbolis menerima alat bantu untuk lawan Covid-19 di Jawa Barat dari berbagai pihak. (dok. Humas Pemprov Jawa Barat)

BANDUNG, AYOBEKASI.NET -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menerima bantuan 50 ribu alat rapid test serta ribuan alat kesehatan lainnya di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (8/4/2020). Bantuan tersebut berasal dari inisiatif berbagai perusahaan, yayasan, dan perorangan.

Rinciannya, donasi peralatan kesehatan untuk penanggulangan Covid-19 tersebut berupa 50 ribu alat rapid test dari Yayasan Budha Tzu Chi, 3 ribu Alat Pelindung Diri (APD) dan 3 ribu masker dari Cartenz-GBI Stairway From Heaven. Selain itu, ada pula satu ventilator dari GBI Sukawarna, serta 700 APD dari Javaretro Hotel.

Jabar juga menerima 4 ribu baju hazmat, 5 ribu masker, dan 4 ribu pelindung wajah dari PT Eigerindo MPI, 180 coverall dan 40 ribu masker dari Nyoman Nuart. Serta seribu baju hazmat, seribu pelindung wajah, seribu masker medis, dan 4 ribu sarung tangan latex dari Yayasan Summarecon Peduli.

Emil, sapaan Ridwan Kamil mengatakan, pandemi global ini telah berdampak pada perekonomian masyarakat kecil hingga industri skala besa. Sehingga, pihaknya mengapresiasi bantuan dari berbagai pihak tersebut dalam menanggulangi Covid-19.

"Karena Covid-19 ini urusan bersama, maka kemampuan pemerintah ada batasnya, sehingga kepada mereka yang tangannya di atas saya ucapkan terima kasih," ungkapnya.

"(Covid-19) ini tidak hanya lahir tapi dampaknya juga batin, di sinilah peran kita untuk memberikan yang terbaik buat bangsa ini," tambahnya.

Selain itu, Emil juga menekankan pentingnya kedisiplinan warga dalam social distancing/physical distancing dan menerapkan pola hidup sehat sebagai benteng pertama pertahanan melawan COVID-19. Jika 'benteng pertama' tersebut tidak diindahkan, dia mengatakan maka menjadi tugas Pemprov Jabar untuk melakukan pelacakan atau pencarian infeksi.

"Ini pekerjaan yang tidak mudah karena kita harus mengetes ribuan orang yang berpotensi tertular Covid-19," jelasnya.

Adapun saat ini Jabar memiliki sekira 100 ribu alat rapid test, termasuk bantuan dari Kementerian Kesehatan, BNPB (gugus tugas pusat), PT Jasa Madivest (BUMD), dan 50 ribu di antaranya dari bantuan Yayasan Budha Tzu Chi pada akhir Maret lalu.

"Dan hari ini (8/4/2020) Budha Tzu Chi kembali menyumbangkan 50 ribu, sehingga total Jabar memiliki 150 ribu alat tes (RDT) COVID-19," ungkapnya.

"Jadi kita cari lagi 150 ribu (alat rapid test) lainnya dan sedang kami upayakan mencari hingga ke berbagai negara," jelasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar