Khawatir Penularan Covid-19, Jabar Tolak Konsep Herd Immunity

  Jumat, 22 Mei 2020   Nur Khansa Ranawati
[Kartun Gag] Pandemi Covid-19, di Rumah Saja karya Afrizal. (Ayosemarang.com)

BANDUNG, AYOBEKASI.NET -- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Barat menolak penerapan skema herd immunity atau kekebalan kelompok dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Sekretaris Gugus Tugas P2P Covid-19 Jabar Daud Achmad mengatakan, hal tersebut sama dengan membiarkan penularan terjadi secara masif.

"Jika herd immunity adalah kekebalan kelompok, maka kami sangat tidak setuju dengan hal tersebut. Karena itu sama saja dengan melakukan pembiaran penularan," ungkapnya di Gedung Sate Bandung, Jumat (22/5/2020).

Dia mengatakan, skema herd immunity dapat muncul apabila kebal yang dimaksud adalah sebagai efek dari ditemukannya vaksin. Sehingga, mayoritas penduduk telah memiliki kekebalan terhadap SARS-CoV2 yang didapat dari penyuntikkan vaksin, bukan dari penularan virus akibat tidak dilakukannya pencegahan.

"Kelompok bisa dikatakan kebal itu kalau sudah ditemukan vaksin," ungkapnya.

"Jadi suatu kelompok dikatakan kebal karena sudah divaksin atau setelah seseorang sembuh dari penyakit yang sudah ketemu vaksinnya," tambahnya.

Bila setidaknya 95% dari penduduk telah sembuh dari penyakit tersebut atau telah mendapat vaksin, dia mengatakan, maka herd immunity dapat terbentuk.

Adapun wacana ini mulai ramai diperbincangkan warga dan netizen setelah Presiden RI Joko Widodo mengeluarkan pernyataan yang meminta warga Indonesia untuk "hidup berdamai dengan Covid-19".

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar