Kasus DBD Tinggi, Wali Kota Bekasi Imbau Warga Hidup Bersih

  Jumat, 26 Juni 2020   Suara.com
Ilustrasi fogging untuk membunuh nyamuk aedes aegypti dewasa. (Ayobandung.com)

BEKASI SELATAN, AYOBEKASI.NET -- Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengimbau masyarakat untuk selalu hidup bersih. Selain mencegah dari penyebaran Covid-19, pola hidup bersih bisa untuk mengantisipasi penyakit lain, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD).

"Hidup bersih harus diutamakan, kasus DBD saat ini cukup tinggi dan untuk itu harus bersama-sama mengantisipasinya," kata Rahmat saat dihubungi wartawan, Jumat (26/6/2020) siang.

Untuk mengantisipasi DBD, Rahmat mengimbau kepada masyarakat untuk tidak malas mencuci bak mandi dan sekeliling arera kamar mandi. Pasalnya, nyamuk Aedes aegypti itu kerap bersarang di area kamar mandi juga barang-barang bekas.

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bekasi Dezi Syukrawati menyebutkan bahwa penyebaran kasus demam berdarah dengue (DBD) selama tahun 2020 ditemukan sebanyak 684 kasus DBD.

"Ada peningkatan sejak awal tahun (Januari) 75 kasus,Februari 97 kasus, Maret 165 kasus, April 178 kasus, dan Mei 169 kasus," ungkap Dezi.

Kasus DBD sendiri paling banyak ditemukan di Kota Bekasi pada wilayah yang rawan banjir. Yaitu, Kecamatan Bekasi Utara, Kecamatan Bekasi Barat dan Kecamatan Jatiasih. Hanya saja sejauh ini, belum ada korban meninggal dunia akibat DBD.

"Untuk pencegahan kita selalu fogging wilayah-wilayah atau titik-titik yang rawan adanya nyamuk Aedes aegypti itu. Penyuluhan itu tetap mau di dalam atau luar gedung sambil kita bicarakan Covid-19 di luar sana kita tetap juga harus sampaikan terkait DBD," pungkasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar