Cerita Pedagang Timun Suri Bekasi Bertahan di Masa Pandemi

  Selasa, 30 Juni 2020   Firda Puri Agustine
Akim,70 tahun dan timun suri dagangannya, (ayobekasi.net/Firda Puri Agustine)

DESA SRIJAYA, AYOBEKASI.NET -- Akim sedang duduk santai di bale bambu, Selasa (30/6/2020) siang. Pria 70 tahun ini dengan setia menanti pembeli timun suri yang ia jajakkan persis di depan rumahnya di Desa Srijaya, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.

Lapak timun suri Akim tidak besar, luasnya mungkin tak lebih dari satu meter. Tapi, lokasi jualannya strategis karena terletak di pinggir jalan. Begitupun kualitas timun suri miliknya yang memang terbilang bagus dan murah. Satu kilogram hanya dihargai Rp 10.000 – Rp 15.000.

Hanya saja, kadang nasib tak berpihak pada Akim. Timun surinya banyak busuk lantaran tak ada yang beli. Apalagi bulan puasa sudah lewat dan ini masih masa pandemi Covid-19.

“Habis mau jualan apa lagi? Modal sudah habis buat timun suri semua,” kata dia saat ditemui Ayobekasi.net.

Bapak empat anak ini bercerita bagaimana dia bertahan hidup hanya dengan mengandalkan timun suri. Jika hari itu ada timun suri yang terlalu matang dan tak laku, ia langsung meminta istrinya untuk mengolah menjadi makanan. Khawatir jadi mubazir.

Sebaliknya, apabila dagangan laku, uangnya ia sisihkan untuk membeli kebutuhan pokok sehari-hari. Maklum, ia tak mau jadi orangtua yang bergantung pada anak-anak.

“Anak-anak semua pada rumah tangga sendiri. Saya hidup berdua aja cari makan sendiri. Alhamdulillah masih sehat,” ujarnya.

Dampak pandemi Covid-19 juga ikut dirasakan Akim. Meski masih ada yang beli timun suri, namun diakuinya tidak seramai tahun lalu. Terbukti, sisa dagangannya masih penuh berjejal.

“Kalau yang beli mah ada aja. Kalau lagi sepi ya sepi, lagi ramai ya ramai. Kalau dibandingin, lebih ramai tahun kemarin,” kata dia.

Akim hanya berharap pandemi Covid-19 cepat berlalu dan kehidupan bisa kembali normal seperti sedia kala. Timun surinya kembali habis terjual, dan ia panjang umur menikmati masa tua. 

 

 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar