Menakar Manfaat Daging Kambing dan Domba

  Rabu, 29 Juli 2020   Ananda Muhammad Firdaus
ilustrasi pedagang hewan kurban. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BEKASI SELATAN, AYOBEKASI.NET -- Mendekati musim kurban, ada perdebatan antara yang ingin berkurban kambing atau domba. Terlepas dari ketentuan agama, bagaimanakah sebenarnya perhitungan kandungan sehat dalam daging kedua hewan tersebut?

Untuk bisa memahami cara terbaik memasak dagingnya juga nutrisinya, kita harus bisa membedakan daging kambing dan domba.

1. Daging Kambing

Daging kambing adalah salah satu daging merah terpopuler di dunia, bersamaan dengan daging sapi dan babi.

Perbedaan utama dalam jenis daging kambing adalah daging dari kambing yang dikebiri dan tidak. Daging dari kambing yang dikebiri di usia 6 sampai 9 bulan bertekstur lebih lembut dan ringan. Daging dari kambing yang tidak dikebiri lebih alot dan lebih bau.

Rupanya, ketimbang daging babi, sapi, dan domba, daging kambing justru dianggap lebih sehat. Daging kambing mengandung kalori, lemak, dan kolesterol yang lebih rendah dari semua daging merah, bahkan ayam!

Api kecil dan proses memasak yang lama cocok untuk menjaga kelembapan daging kambing. Daging kambing yang lembut pun cocok untuk dipanggang atau dibakar, misalnya untuk jadi sate.

2. Daging Domba

Daging domba paling laris di wilayah Amerika Serikat dan Inggris karena daging kambing tidak sepopuler itu di sana.

Perbedaan utama jenis daging domba adalah usia domba itu sendiri. Domba muda disembelih saat berusia 1 tahun. Semakin gelapnya warna daging, semakin tua usia domba itu.

Daging domba termahal adalah “spring lamb”. Domba jenis ini dilahirkan pada musim dingin dan dijual/disembelih pada musim semi. Makanan mereka adalah susu, bukan rumput, dan daging mereka berwarna merah muda pucat.

Domba dewasa, yang disembelih di usia dua sampai tiga tahun, disebut “mutton”. Dagingnya berwarna merah tua. Rasanya lebih kuat, begitupun baunya.

Domba jauh lebih berlemak ketimbang kambing, yang hampir tidak berlemak dagingnya. Apabila Anda tidak suka rasa lemaknya, potong dahulu lemak-lemak daging domba.

Daging domba muda enak dibakar, dipanggang, atau ditumis. Untuk potongan daging yang paling berlemak, seperti daging di bagian pundak, harus dimasak lama.

Untuk daging “mutton”, cara memasak idealnya adalah dimasak lama atau dikukus agar melembutkan daging.

Perbandingan nutrisi antara daging kambing dan domba rupanya cukup signifikan. Dalam 100 gram daging, kalori dalam kambing adalah 143 kcal, sedangkan domba 258 kcal. Protein daging kambing lebih tinggi, yakni 27,1 gram sedangkan domba 25,55 gram.

100 gram daging kambing mengandung 3,03 gram lemak total, sedangkan domba 16,48 gram. Untuk kolesterol, daging kambing memiliki total 75 mg, sedangkan daging domba 93 mg.

Setelah melihat perbedaannya, Anda akan kurban kambing atau domba? (Farah Tifa Aghnia)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar