Soal Denda Tak Pakai Masker, Kabupaten Bekasi Masih Sosialisasi

  Rabu, 29 Juli 2020   Firda Puri Agustine
Ilustrasi kegiatan masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

CIKARANG PUSAT, AYOBEKASI.NET -- Pemerintah Kabupaten Bekasi masih melakukan sosialisasi sanksi denda bagi masyarakat yang tidak mengenakan masker saat berada di ruang publik.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi dr Alamsyah mengatakan bahwa sosialisasi yang lebih intensif diperlukan agar masyarakat dapat memahami aturan serta terhindar dari denda.

“Kami mulai dengan sosialisasi dulu sejak kemarin,” kata dr Alamsyah saat dihubungi Ayobekasi.net, Rabu (29/7/2020).

Lebih lanjut dia menjelaskan, sosialisasi tersebut sejalan dengan apa yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta instruksi langsung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

“Kami linier dengan provinsi. Mereka juga minggu ini baru sosialisasi,” ujar dia.

Tahapan sosialisasi akan dilaksanakan selama satu pekan dimana selanjutnya penerapan sanksi mulai dari ringan hingga berat diberlakukan. Paling ringan adalah membersihkan jalan, sedangkan paling berat denda uang maksimal Rp 250 ribu.

“Iya tergantung pelanggarannya. Semua diatur Pergub dan Perbup, kami mengacu ke sana,” katanya.

Ancaman denda ditanggapi beragam oleh warga. Sebagian besar menilai aturan denda tidak menggunakan masker sebesar Rp 250 ribu terlalu tinggi. 

Salah satu warga Cikarang Utara, Dian mengaku setuju dengan adanya aturan tersebut. Namun, nilai nominalnya diharapkan bisa menyesuaikan dengan kemampuan masyarakat. Terlebih, pandemi Covid-19 membuat ekonomi masyarakat tertekan. 

“Kalau bisa jangan Rp 250 ribu. Menurut aku kemahalan ya. Ya kalau boleh dendanya Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu aja,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Ratih, warga Cibitung yang berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi mau mengkaji besaran denda pelanggaran tidak memakai masker. Namun, di lain sisi ia pun sangat setuju dengan aturan tersebut.

“Soal aturannya setuju banget. Tapi, angka dendanya ya turunin-lah atau denda bertahap,” ujarnya.

Alasan lain untuk menurunkan nilai denda, lanjut dia, karena tidak semua orang mampu membeli masker. Terutama oleh mereka yang secara ekonomi memiliki keterbatasan. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar