Perjuangan Penjual Bubur Kacang di Bekasi Bertahan di Masa Pandemi

  Rabu, 29 Juli 2020   Firda Puri Agustine
Penjual bubur kacang hijau, Ahyat berjualan sambil membawa anak, mengais rezeki di tengah pandemi, (Ayobekasi.net/Firda Puri Agustine)

BEKASI TIMUR, AYOBEKASI.NET -- Langkah kaki Ahyat terus melangkah menyusuri jalan-jalan perumahan di Bekasi Timur. Pria 45 tahun ini mencoba terus berikhtiar mencari rezeki, menawarkan bubur kacang hijau dari satu rumah ke rumah lain.

Bubur kacangnya bisa dibeli berapapun yang pembeli inginkan. Kadang Rp 3000, kadang Rp 5000. Ada juga yang membeli Rp 10 ribu. Semua ia layani dengan ikhlas. Virus Corona mengajarkannya bertahan, berapapun yang didapat.

“Sehari dapat Rp30 ribu-Rp40 ribu aja sudah alhamdulillah,” kata dia kepada Ayobekasi,net, Rabu (29/7/2020).

Uang senilai itu ia putar kembali untuk modal dan biaya hidup bersama sang anak. Belum ditambah bayar sewa kontrakan sebesar Rp600 ribu per bulan.

“Kalau ada lebih dikirim juga ke kampung buat istri dan anak yang satu lagi,” ujarnya.

Dia bercerita, kondisinya selama masa pandemi tak jauh beda dengan pedagang makanan yang lain. Pendapatan berkurang drastis lantaran sepi pembeli. Banyak orang masih takut membeli makanan di luar lantaran virus corona yang entah kapan perginya.

Namun, beruntung, keadaannya kini sudah sedikit lebih baik. Selain mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, bubur kacang Ahyat mulai kembali diminati pembeli.

“Kalau sebelum ada corona bisa Rp 80 ribu sampai Rp 100 ribu bersihnya bisa dapat. Ini Rp 30 ribu sudah mending karena pas awal-awal itu nyari Rp 10 ribu aja susahnya bukan main,” kata dia.

Meski demikian, pria asal Kuningan, Jawa Barat ini tak pantang menyerah. Dia yakin corona segera berlalu dan hidup akan kembali seperti sediakala. Berharap rezekinya juga ikut membaik seiring usahanya menjaga kebersihan makanan.

“Insha Allah dagangan saya ini bersih, saya juga jualan selalu pakai masker. Mudah-mudahan bisa laris terus,” ujarnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar