Jualan Sambil Bawa Anak, Ini Harapan Pedagang Burjo di Bekasi

  Rabu, 29 Juli 2020   Firda Puri Agustine
Penjual bubur kacang hijau, Ahyat berjualan sambil membawa anak, mengais rezeki di tengah pandemi. (ayobekasi.net/Firda Puri Agustine)

BEKASI TIMUR, AYOBEKASI.NET – Berkeliling mendorong gerobak bubur kacang ijo (burjo) tak membuat Ahyat kecil hati. Di atas gerobaknya, sang anak ikut memberi dorongan semangat. Mengais rupiah demi rupiah di seputaran Bekasi Timur.

“Setiap hari mulai keliling dari pagi muter-muter,” kata pria 45 tahun itu kepada Ayobekasi.net, Rabu (29/7/2020).

Kehadiran Dio, sebut saja begitu, bukan ingin menarik belas kasihan orang agar membeli dagangannya. Hal itu terpaksa dilakukan karena ia hanya hidup berdua bersama bocah 5 tahun ini.

Sudah hampir dua tahun ia tinggal bersama anaknya di Bekasi. Sementara istri serta si sulung berada di kampung di Kuningan, Jawa Barat.

“Anak enggak ada yang jaga di sini, sementara istri di kampung juga kerja. Kalau yang gede udah bisa mandiri, yang kecil ini ikut saya,” ujarnya.

Melihat usia Dio yang sudah layak mengenyam pendidikan Taman Kanak-kanak, Ahyat sebenarnya juga ingin mendaftarkan sekolah. Namun, pandemi Covid-19 memangkas pendapatannya hingga lebih dari 50%, membuatnya tak berdaya.

“Nanti aja langsung sekolah SD, mudah-mudahan nanti ada biayanya. Kalau sekarang biayanya belum ada,” kata dia.

AYO BACA : Perjuangan Penjual Bubur Kacang di Bekasi Bertahan di Masa Pandemi

Bubur kacangnya bisa dibeli berapapun yang pembeli inginkan. Kadang Rp 3000, kadang Rp 5000. Ada juga yang membeli Rp 10 ribu. Semua ia layani dengan ikhlas. Virus Corona mengajarkannya bertahan, berapapun yang didapat.

“Sehari dapat Rp 30 ribu-Rp 40 ribu aja sudah alhamdulillah,” ujarnya.

Uang senilai itu ia putar kembali untuk modal dan biaya hidup bersama sang anak. Belum ditambah bayar sewa kontrakan sebesar Rp 600 ribu per bulan.

“Kalau ada lebih dikirim juga ke kampung buat istri dan anak yang satu lagi,” katanya.

Harapan Ahyat sederhana saja. Sama seperti kebanyakan pedagang lain, juga para ayah dimanapun berada. Dia hanya ingin anaknya bisa bersekolah, menikmati masa kanak-kanak yang normal, bermain dan belajar.

“Harapannya bisa sekolahin dia sampai tinggi biar jadi ‘orang’,” ujar dia. 

 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar