Pemkab Bekasi Putuskan PSBM

  Senin, 14 September 2020   Firda Puri Agustine
ilustrasi pengguna masker. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

CIKARANG PUSAT, AYOBEKASI.NET – Pemerintah Kabupaten Bekasi akhirnya menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di Kabupaten Bekasi.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Uju dalam Rapat Evaluasi Pelaksanaan PSBB di Wilayah Kota dan Kabupaten Bogor, Depok, dan Bekasi yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Senin (14/9/2020).

Uju memaparkan, dilihat dari status zona per tanggal 7 September hingga 13 September 2020 yang diperoleh dari Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Bekasi masuk ke dalam risiko tinggi penyebaran kasus Covid-19.

“Sesuai dengan data per hari ini, dapat kami laporkan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 1.417 orang, sembuh sebanyak lebih dari 1.200 orang, dan meninggal dunia sebanyak 48 orang,” kata Uju. 

Perubahan status zona yang terjadi belakangan ini, dijelaskan dia, dikarenakan banyaknya kontak erat dengan kluster industri yang terjadi kemarin. Untuk menekan penyebarannya, hal ini juga sudah di dukung dengan pengawasan sepulang kerja dan dilakukan test PCR.

“Sesuai dengan arahan Pak Gubernur, tes PCR sudah berjalan dibeberapa perusahaan," ujarnya.

Tidak hanya itu, unsur forkopimda seperti Kapolres dan Dandim Kabupaten Bekasi juga sudah meminta dan melakukan kunjungan ke beberapa kawasan industri untuk menerapkan protokol kesehatan secara benar dan ketat.

PSBM akan diterapkan dengan memetakan wilayah dan berbagai aktivitas yang memungkinkan akan menimbulkan penambahan ataupun penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bekasi.

“Ya, kita akan melakukan pemetaan wilayah dan aktivitas, sehingga bisa mengoptimalkan pengawasan tersebut," kata Uju. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar