Rekening Bermasalah, Eksekusi BLT Rp1,2 Juta Tersendat! Pengamat Tanyakan Mitigasi Pemerintah

  Jumat, 25 September 2020   Aini Tartinia
Ilustrasi Uang (Pixabay)

JAKARTA,AYOBEKASI.NET -- Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, menyoroti eksekusi program bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) yang tersendat akibat nomor rekening bermasalah.

“Sepertinya, menjelang akhir September ini realisasi BLT gelombang pertama akan gagal capai target 15,7 juta pekerja dan saya menilai pemerintah belum merumuskan mitigasi atas masalah yang ada ini,” kata Timboel dalam keterangan tertulis, Kamis (24/9/2020).

Dia melanjutkan, hal ini dikarenakan dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No.14 Tahun 2020 media pengiriman BLT hanya melalui nomor rekening, sehingga persoala utama yang muncul dalam penyaluran subsidi upah yaitu masalah nomor rekening dan menjadi kendala utama bagi program yang menghabiskan anggaran sebesar Rp37,7 triliun ini.

Seharusnya, pemerintah ketika membuat Permenaker, persoalan ini bisa diantisipasi sehingga Permenaker dapat membuka alternatif lain penyaluran BLT,” ujar Timboel.

Dia menyarankan pemerintah dan BPJamsostek mau proaktif mengkomunikasikan persoalan nomor rekening ini ke sejumlah perusahaan atau pekerja yang termasuk peserta BLT secara langsung yang terdaftar di BPJamsostek.

Kemudian, bagi perusahan yang belum mengirimkan nomor rekening,maka BPJamsostek bisa umumkan ke peserta untuk segera membawa nomor rekening yang valid beserta kartu kepersertaan sebagai bukti kepersertaan ke BPJamsostek terdekat, agar mempercepat proses pengumpulan nomor rekening.

“Demikian juga untuk rekening invalid, BPJamsostek juga bisa meminta para pekerja memperbaiki atau membuat nomor rekening, sehingga bisa segera dikirimkan ke kantor BPJamsostek terdekat,” ucapnya.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, menyatakan data per 22 September 2020 realisasi penyaluran BSU atau BLT tahap 1 telah mencapai 2,48 juta orang atau sekitar 99,38% dari total penerima sebanyak 2,5 juta orang.

Dari target penyaluran keapda 15,7 juta pekerja, hingga saat ini baru terkumpul 9 juta nomor rekening yang siap ditransfer dari bank penyalur Himpunan Bank Negara (Himbara). Namun, hingga saat ini dari 9 juta nomor rekening tersebut baru mencapai 8,8 juta orang dari penyaluran tahap 1 hingga tahap 3.

“Untuk tahap 2, penyaluran telah mencapai 2,98 juta orang atau sekitar 99,36% dari total penerima sebanyak 3 juta orang. Tahap 3 telah mencapai 3,35 juta orang atau sekitar 95% dari total penerima sebanyak 3,5 juta orang,” kata Ida melalui keterangan tertulisnya, Rabu (23/9/2020).

Adapun, akumulasi penerima subsidi upah tahap 1, 2, dan 3 adalah sebanyak 8,8 juta orang atau sekitar 98,02% dari 9 juta orang penerima.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar